Dr. Soetomo meninggal dunia di Surabaya pada tanggal 30 Mei 1938. Untuk menghormati jasa-jasanya, dr. soetomo, diangkat sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional, berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 657 / 1961. Keluarga Dr. Soetomo Nama kecil Soetomo adalah Soebroto. Ia adalah anak pertama buah cinta pasangan Raden Soewadji dan Raden Ayoe
Museum ini diresmikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, pada 29 November 2017. Gedung dua lantai ini menyimpan barang-barang pribadi peninggalan Dr. Soetomo. Dari koleksi semasa menjadi dokter di Rumah Sakit CBZ (Central Burgelijke Ziekeninrichting) yang lalu berubah nama menjadi Rumah Sakit Simpang (saat ini sudah menjadi gedung PlazaBayu dan Ardhika masih dirawat di Lumajang, sedangkan Warsito dan Alen di RSUD dr Soetomo, Surabaya. Baca Juga: Dari Laka KA Probowangi vs Minibus Elf, Perlintasan Lama Tak Berpalang, Lampu Sudah Setahun Padam. Sementara itu, 11 orang lain yang merupakan rombongan reuni SMA Indah Mardi, Surabaya, meninggal di lokasi. Makam Dr Soetomo yang berlokasi di jalan Bubutan Surabaya merupakan situs bersejarah yang dikenal dari dahulu sampai sekarang. Sampai saat ini makam tersebut masih terawat dengan rapi dan bersih. Berada pada lokasi pinggir jalan yang menuju ke tugu pahlawan surabaya, dan juga tidak begitu jauh dari pusat belanja grosir Pasar Turi. Ny Meri, ibunda WA, siswa SMKN 5 Surabaya yang tewas terjatuh di sekolah sekolah, menangis saat di ruang jenazah RSUD Dr Soetomo Surabaya, Kamis (19/7/2018). (surya/fatkhul alamy) Djoko membantah jika WA ini melompat dari sekolah lantaran mau bolos. .