KELEBIHANDAN KEKURANGAN OBJEKTIF DAN ESAY Adapun kelebihan soal uraian adalah : 1. Tes uraian dapat dengan baik mengukur hasil belajar yang kompleks, artinya hasil belajar yang tidak sederhana. Hasil belajar yang kompleks tidak hanya membedakan yang benar dari yang salah, tetapi juga dapat mengekspresikan pemikiran peserta tes serta pemilihan
0% found this document useful 0 votes1K views10 pagesDescriptionpenjelasan tes objektifOriginal Title5. Kelebihan-kekurangan Tes TulisCopyrightŠ Š All Rights ReservedAvailable FormatsPPTX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes1K views10 pagesKelebihan-Kekurangan Tes TulisOriginal Title5. Kelebihan-kekurangan Tes TulisJump to Page You are on page 1of 10 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 9 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Kebaikandan Kelemahan Tes Objektif Seperti halnya tes uraian, sebagai alat pengukur keberhasilan belajar peserta didik, tes objektif ini disamping memiliki keunggulan-keunggulan juga memiliki kekurangan-kekurangan. Di antara keunggulan-keunggulan yang memiliki yang dimiliki oleh tes objektif ialah bahwa: 1. Tes objetif sifatnya lebih
Salah satu konsep Psikologi yang paling dikenal oleh masyarakat pada umumnya mungkin adalah tes kepribadian. Pasalnya, itulah yang dikenal orang-orang ketika ingin berpartisipasi dalam proses-proses penting dalam hidupnya. Dari masuk SMA, kuliah, mencari kerja, masuk organisasi, bahkan ketika ingin menikah! Tujuannya baik, dan kebanyakan ingin menguji kecocokan pola pikir dan emosional individu dengan tujuan tertentu. Namun, tahukah kamu kalau tes kepribadian memiliki banyak tipe? Tidak melulu hanya tes melengkapi gambar dalam 8 kotak. Berbeda tes, berbeda pula tujuannya. Berbeda pula kelebihan dan kekurangannya. Artikel kali ini akan menjelaskan beberapa diantaranya agar kamu lebih mengenal tes-tes kepribadian ini. Yuk, simak! Itulah beberapa tes kepribadian yang cukup populer di kalangan praktisi Psikologi maupun non-Psikologi. Setiap tes tidak bersifat universal, dan umumnya cocok untuk mengukur hal yang spesifik saja. Kelebihannya memang bisa membantu orang lain dan individu sendiri untuk lebih mengenal dirinya, terutama aspek yang tersembunyi dan tidak disadari. Sehingga, memudahkan pendekatan untuk permasalahan dan pengembangan diri. Di lain sisi, disarankan untuk tidak secara absolut merasa tes kepribadian mampu merepresentasikan diri kamu secara akurat. Tes bersifat prediktif, artinya hanya bisa memprediksi dengan tingkat akurasi tertentu tidak 100%. Apalagi bila tes tersebut disalahgunakan tanpa supervisi Psikolog ketika mengadministrasikan atau mendiagnosanya. Jangan percaya juga dengan berbagai buku sejenis âlulus psikotes/tes kepribadian masuk perusahaan/menjadi PNSâ. Karena, logikanya adalah, kepribadian bukan ujian kecerdasan dan keterampilan. Tidak ada yang benar dan salah. Sehingga, tidak ada jalan pintas. Banyak tipe kepribadian yang modern sudah dilengkapi kemampuan mendeteksi inkonsistensi dan percobaan pemalsuan. Terakhir, prioritaskan dirimu pada pengalaman, kemampuan, dan intelegensi ketika mencari kerja yang lebih penting untuk kehidupan pekerjaan, kampus, dan keluarga. Justru cara mengetahui kepribadian pola pikir, interaksi, dan berperilaku secara sadar maupun tidak diri sendiri ataupun orang lain secara akurat dan cara menghadapinya butuh waktu. Waktu untuk berinteraksi, mengobservasi, dan yang paling penting, memahamiâbaik itu terjadi di ruangan psikolog maupun di sebuah kafe yang santai.
2Kelebihan dan Kelemahan Soal Subyektif. a.Kelebihan. Diantara kelebihan dari tes subyektif adalah: 1)Mudah disiapkan dan disusun. 2)Peserta didik (testee) bebas menjawab. 3)Mendorong peserta didik (testee) melatih mengemukakan gagasan dalam kalimat yang baik.
100% found this document useful 2 votes4K views8 pagesCopyrightŠ Š All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 2 votes4K views8 pagesKeunggulan Dan Kelemahan TesJump to Page You are on page 1of 8 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 7 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Kelebihandan kelemahan tes objektif A. Kelebihan tes objektif 1) Mengandung lebih banyak segi-segi yang positif, misalnya lebih refresentatif mewakili isi dan luas bahan, lebih objektif, dapat dihindari campur tangannya unsur-unsur subjektif baik dari segi siswa maupun segi guru yang memeriksa.
TEST OBJEKTIF TEST OBJEKTIF 1. Kelebihan Test Objektif yaitu v Untuk menjawab test objektif tidak banyak memakai waktu. v Reabilitynya lebih tinggi kalau di bandingkan dengan test Essay, karena penilainnya bersifat objektif. v Pemberian nilai dan cara menilai test objektif lebih cepat dan mudah karena tidak menuntut keahlian khusus dari pada si pemberi nilai. v Objekti test tidak memperdulikan penguasaan bahasa, sehingga mudah dilaksanakan. v Validity test objektif lebih tinggi dari essay test, karena samplingnya lebih luas. 2. Kelemahan Test Objektif yaitu v Murid sering menerka-nerka dalam memberikan jawaban, karena mereka belum menguasai bahan pelajaran tersebut. v Memang test sampling yang diajukan kepada murid- murid cukup banyak, dan hanya membutuhkan waktu yang relative singkat untuk menjawabnya. v Tidak biasa mengajak murid untuk berpikir taraf tinggi. v Banyak memakan biaya, karena lembaran item- item test harus sebanyak jumlah pengikut test. B. SALAH- BENAR atau True- False T- F 1. Kelebihan S- B yaitu v Soal ini baik untuk hasil- hasil, dimana hanya ada dua alternative jawaban. v Tuntutan kurang ditekankan pada kemampuan baca. v Sejumlah soal relative dapat dijawab dalam tipe test secara berkala. v Penilaian mudah, objektif dan dapat dipercaya. 2. Kelemahan S- B yaitu v Sulit menuliskan soal diluar tingkat pengetahuan yang bebas dari maksud ganda. v Jawaban soal tidak memberikan bukti bahwa siswa mengetahui dengan baik. v Tidak ada informasi diagnostic dari jawaban yang salah. v Memungkinkan dan mendorong siswa untuk menerka-nerka. C. PILIHAN BERGANDA atau Multiple Choise M- Ch 1. Kelebihan Pilihan Berganda yaitu v Hasil belajae yang sederhana sampai yang komplek dapat diukur. v Terstruktur dan petunjuknya jelas. v Alternatif jawaban yang salah dapat memberikan informasi diagnostik. v Tidak dimungkinkan untuk menerka jawaban. v Penilaian mudah, objektif dan dapat dipercaya. 2. Kelemahan Pilihan Berganda yaitu v Menyusunnya membutuhkan waktu yang lama. v Sulit menemukan pengacau. v Kurang efektif mengukur beberapa tipe pemecahan masalah, kemampuan untuk mengorganisir dan mengekspresikan ide. v Nilai dapat dipengaruhi dengan kemampuan baca. D. ISIAN atau Completion 1. Kelebihan Isian atau Completion yaitu v Sangat mudah dalam penyusunannya. v Lebih menghemat tempat menghemat kertas . v Persyaratan komprehensif dapat dipenuhi oleh test model ini. v Digunakan untuk mengukur berbagai taraf kompetensi dan tidak sekedar mengungkap taraf pengenalan atau hafalan saja. 2. Kelemahan Isian atau Completion yaitu v Lebih cenderung mengungkap daya ingat atau aspek hafalan saja. v Butir- butir item dari test model ini kurang relevan untuk diajukan. v Tester kurang berhati-hati dalam menyusun kalimat dalam soal. E. JAWABAN SINGKAT atau SHORT ANSWER 1. Kelebihan Jawaban Singkat yaitu v Mdah dalam perbuatan v Kemungknan menebak jawaban sangat sulit v Cocok untuk soal- soal hitungan v Hasil- hasil pengetahuan dapat diukur secara luas 2. Kelemahan Jawaban Singkat yaitu v Sulit menyusun kata- kata yang jawabannya hanya satu. v Tidak cocok untuk mengukur hasil- hasil belajar yang komplek. v Penilaian menjemukan da memerlukan waktu banyak. F. MENJODOHKAN atau MATCHING 1. Kelebihan Menjodohkan yaitu v Suatu bentuk yang efisien diberikan dimana sekelompok respon sama menyesuaikan dengan rangkaian isi soal. v Waktu membaca dan merespon relative singkat. v Mudah untuk dibuat. v Penilaian mudah, objektif dan dapat dipercaya. 2. Kelemahan Menjodohkan yaitu v Materi soal dibatsi oleh factor ingatan/ pengetahuan yang sederhana dan kurang dapat dipakai untuk mengukur penguasaan yang bersifat pengertian dan kemampuan membuat tafsiran. v Sulit menyusun soal yang mengandung sejumlah respon yang homogen. v Mudah terpengaruh dengan petunjuk yang tidak relevan. II. TEST ESSAY B. TEST ESSAY 1. Kelebihan Test Essay yaitu Ă Peserta didik dapat mengorganisasikan jawaban dengan pendapatnya sendiri. Ă Murid tidak dapat menerka- nerka jawaban soal. Ă Test ini sangat cocok untuk mengukur dan mengevaluasi hasil suatu proses belajar yang kompleks yang sukar diukur dengan mempergunakan test objektif. Ă Derajad ketepatan dan kebenaran murid dapat dilihat dari kalimat- kalimatnya. Ă Jawaban diungkapakan dalam kata- kata dan kalimat sendiri, sehingga test ini dapat digunakan untuk melatih penyusunan kalimat dengan bahasa yang baik, benar, dan cepat. Ă Test ini digunakan dapat melatih peserta didik untuk memilih fakta yang relevan dengan persoalan, dan Sukar dinilai secara tepat mengorganisasikannya sehingga dapat mengungkapkan satu hasil pemikiran yang terintegrasi secara utuh. 2. Kelemahan Test Essay yaitu Ă Sukar dinilai secara tepat. Ă Bahan yang diukur terlalu sedikit, sehingga agak sulit untuk mengukur penguasaan siswa terhadap keseluruhan kurikulum. Ă Sulit mendapatkan soal yang memiliki standar nasional maupun internasional. Ă Membutuhkan waktu memeriksa hasilnya. Tes Subjektif Yang pada umumnya berbentuk tes esai uraian tes bentuk esai adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata. Ciri-ciri pertanyaanya didahului dengan kata-kata seperti, uraikan, jelaskan, mengapa, bagaimana, bandingkan, simpulkan, dan sebagainya Arikunto, 2005162. Soal-soal bentuk esai biasanya jumlahnya tidak banyak, hanya sekedar 5-10 buah soal dalam waktu kira-kira 90-120 menit. Soal-soal bentuk esai ini menuntut kemampuan siswa untuk dapat mengorganisir, menginterprestasi, menghubungkan pengertian-pengertian yang telah dimiliki. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa tes esai menuntut untuk dapat mengingat-ingat dan mengenal kembali dan terutama harus mempunyai daya kreativitas yang tinggi. Kelebihan-kelebihan tes subjektif yaitu 1 Lebih respektif mewakili isi dan luas bahan, lebih objektif, dapat di hindari campur tangannya unsur-unsur subjektif baik dari segi siswa maupun segi guru yang memeriksa. 2 Lebih mudah dan cepat cara memeriksanya karena dapat menggunakan kunci tes bahkan alat-alat hasil kemajuan teknologi. 3 Pemeriksaanya dapat diserahkan orang lain. 4 Dalam pemeriksaan tidak ada unsur subjektif yang mempengaruhi. Kelemahan-kelemahan tes subjektif yaitu a Persiapan untuk menyusun jauh lebih sulit dari pada tes esai karena soalnya banyak dan harus teliti untuk menghindari kelemahan-kelamahan yang lain. b Soal-soal cenderung untuk mengungkapkan ingatan dan daya pengenalan kembali saja dan sukar untuk mengukur proses mental yang tinggi. c Banyak kesempatan untuk main untung-untungan. d Kerjasama antarsiswa pada waktu mengerjakan soal tes lebih terbuka. Cara mengatasi kelemahan 1 Kesulitan menyusun tes objektif dapat diatasi dengan jalan banyak berlatih terus menerus hingga betul-betul mahir. 2 Menggunakan tabel spesifikasi untuk mengatasi kelemahan nomor satu dan dua. 3 Menggunakan norma/standar penilaian yang memperhitungkan faktor tebakan guessing yang bersifat spekulatif itu. Tes obyektif 1 Tes benar-salah true-false Soal-soalnya berupa pernyataan-pernyataan statement. Statement tersebut ada yang benar dan ada yang salah. Orang yang ditanya bertugas untuk menandai masing-masing pernyataan itu dengan melingkari huruf B jika pernyataan itu betul menurut pendapatnya dan melingkari huruf S jika pernyataannya salah. 2 Tes pilihan ganda multiple choice test Multiple choice test terdiri atas suatu keterangan atau pemberitahuan tentang suatu pengertian yang belum lengkap. Dan untuk melengkapinya harus memilih satu dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan. Atau Multiple choice test terdiri atas bagian keterangan stem dan bagian kemungkinan jawaban atau alternatif option. Kemungkinan jawaban option terdiri atas satu jawaban benar yaitu kunci jawaban dan beberapa pengecoh. 3 Menjodohkan matching test Matching test dapat kita ganti dengan istilah mempertandingkan, mencocokkan, memasangkan, atau menjodohkan. Matching test terdiri atas satu seri pertanyaan dan satu seri jawaban. Masing-masing pertanyaan mempunyai jawaban yang tercantum dalam seri jawaban. Tugas murid ialah mencari dan menempatkan jawaban-jawaban sehingga sesuai atau cocok dengan pertanyaannya. 4 Tes isian completion test Completion test biasa kita sebut dengan istilah tes isian, tes menyempurnakan, atau tes melengkapi. Completion test terdiri atas kalimat-kalimat yang ada bagian-bagiannya yang dihilangkan. Bagian yang dihilangkan atau yang harus diisi oleh murid ini adalah merupakan pengertian yang kita minta dari murid. c Pelaksanaan tes tertulis Nurkanca, dkk 198658 menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan suatu tes tertulis ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. Adapun hal-hal tersebut antara lain 1 Ruangan tempat tes di laksanakan hendaknya diusahakan setenang mungkin. 2 Murid-murid harus diperingatkan bahwa mereka tidak boleh bekerja sebelum ada tenda untuk mulai. Hal ini untuk mengatur agar semua murid mulai bekerja pada saat yang sama. 3 Selama murid-murid bekerja para pengawas tes dapat berjalan-jalan, dengan catatan tidak mengganggu suasana, untuk mengawasi apakah murid-murid bekerja secara wajar atau tidak. Murid-murid yang melanggar tata tertib tes dapat dikeluarkan dari ruang tes. 4 Apabila waktu yang ditentukan telah habis maka semua pengikut tes diperintahkan untuk berhenti bekerja dan segera meninggalkan ruangan tes secara tertib. Para pengawas tes segera mengumpulkan lembaran-lembaran tes dan lembaran-lembaran jawaban peserta tes. 5 Setelah lat-alat terkumpulkan maka pengawas tes supaya mengisi catatan-catatan tentang kejadian penting yang terjadi selama tes berlangsung. B. Test Lisan Pengertian tes lisan Tes lisan adalah tes yang pelaksanaannya dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara langsung antara pendidik dan peserta didik. Macam-macam tes lisan Thoha 200361 menjelaskan bahwa tes ini termasuk kelompok tes verbal, yaitu tes soal dan jawabannya menggunakan bahasa lisan. Dari segi persiapan dan cara bertanya, tes lisan dapat dibedakan menjadi dua yakni a Tes lisan bebas Yaitu pendidik dalam memberikan soal kepada peserta didik tanpa menggunakan pedoman yang dipersiapkan secara tertulis b Tes lisan berpedoman Pendidik menggunakan pedoman tertulis tentang apa yang akan ditanyakan kepada peserta didik. Tes ini memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya adalah a Dapat menilai kemampuan dan tingkat pengetahuan yang dimiliki peserta didik, sikap, serta kepribadiannya karena dilakukan secara berhadapan langsung. b Bagi peserta didik yang kemampuan berpikirnya relatif lambat sehingga sering mengalami kesukaran dalam memahami pernyataan soal, tes bentuk ini dapat menolong sebab peserta didik dapat menanyakan langsung kejelasan pertanyaan yang dimaksud. c Hasil tes dapat langsung diketahui peserta didik. Kelemahannya adalah a Subjektivitas pendidik sering mencemari hasil tes, b Waktu pelaksanaan yang diperlukan. Pelaksanaan tes lisan Nurkanca, dkk 198660 menjelaskan bahwa hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan tes lisan antara lain adalah sebagai berikut a Pertahankanlah situasi evaluasi dalam pelaksanaan tes lisan. Guru harus tetap menyadari bahwa tujuan evaluasi adalah untuk mendapatkan gambaran tentang prestasi belajar yang dicapai oleh murid-murid. b Janganlah guru membentak-bentak seorang murid karena murid tersebut memberikan jawaban yang menurut penilaian guru merupakan jawaban yang sangat âtololâ. c Jangan pula ada kecenderungan untuk membantu seoarang murid yang sedang di tes dengan memberikan kunci-kunci tertentu karena kita merasa kasihan atau simpati pada murid tersebut. Hal ini bertentangan dengan prinsip-prinsip evaluasi karena kita bertindak tidak adil terhadap murid yang lain. d Siapkanlah terlebih dahulu suatu rencana pertanyaan serta score jawaban yang diminta untuk setiap pertanyaan. Hal ini untuk menjaga agar guru jangan samapai terkecoh oleh jawaban yang ngelantur dari murid-murid. e Laksanakanlah skoring secara teliti terhadap setiap jawaban yang diberikan oleh murid. download tulisan dengan format ms. word..!!!
Katakunci: Keunggulan , Kelamahan , Tes hasil Belajar Pendahuluan Bentuk tes objektif dan bentuk tes uraian masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Bentuk tes uraian, memberikan kebebasan kepada setiap penempuh tes untuk mengekspresikan daya nalarnya, sehingga jawaban yang diberikan oleh setiap penempuh tes akan menunjukkan kemampuan
b. Bentuk Tes Tes menurut bentuknya dibedakan menjadi dua macam, yaitu 1. Tes uraian essay test 2. Tes objektif objective test Kedua bentuk tes tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain dan masing-masing mempunyai kebaikan serta kelemahan. 3. Tes Uraian Essay Test a. Pengertian Tes Uraian Tes bentuk uraian disebut juga tes subyektif. Di dalam tes ini peserta didik memiliki kebebasan memilih dan menetukan jawaban. Kebebasan ini berakibat data jawaban bervariasi sehingga tingkat kebenaran dan kesalahan juga bervariasi. Hal inilah yang mengundang subyektifitas, penilai ikut berperan menentukan penilaian dan pemberian skor. Menurut Suharsimi Arikunto 2001 162, âTes bentuk uraian adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kataâ. Nana Sudjana 1991 35 mengemukakan bahwa âTes uraian adalah pertanyaan yang menuntut siswa menjawabnya dalam bentuk menguraikan, menjelaskan, mendiskusikan, membandingkan, memberikan alasan, dan bentuk lain yang sesuai dengan tuntutan pertanyaan dengan menggunakan kata-kata dan bahasa sendiriâ. Jenis tes ini menuntut kemampuan siswa untuk mengemukakan, menyusun, dan memadukan gagasan-gagasan yang telah dimilikinya dengan kata-kata sendiri. Suke Silverius, 199154. Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tes uraian sangat tepat untuk pengukuran dan penilaian terhadap kemampuan siswa dalam hal memahami, menganalisis, memecahkan masalah, menginterpretasikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. b. Kelebihan dan Kelemahan Tes Bentuk Uraian Suke Silverius 1991 63-65 mengemukakan beberapa keunggulan dan kelemahan tes bentuk uraian. Kelebihan 1. Memungkinkan siswa menjawab pertanyaantes secara bebas. 2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam hal menulis, mengutarakan ide-ide atau jalan pikirannya secara terorganisir, berpikir kreatif dan kritis. 3. Merupakan tes terbaik untuk mengukur kemampuan siswa mengemukakan pandangan dalam bentuk tulisan. 4. Merupakan tes terbaik untuk mengukur kemampuan siswa menjelaskan, membandingkan, merangkumkan, membedakan, menggambarkan, dan mengevaluasi suatu topik atau pokok bahasan. 5. Relatif lebih mudah menyusun pertanyaannya dibandingkan dengan tes bentuk objektif. 6. Sangat memperkecil kemungkinan siswa menebak jawaban yang benar. 7. Dapat menggalakkan siswa untuk mempelajari secara luas konsep-konsep dan genelarisasi yang berkaitan dengan topik pembahasanpengajaran. Kelemahannya 1. Sukar diskor secara benar-benar objektif, walaupun itu tes yang dikualifikasi sebagai tes uraian objektif sekalipun. 2. Membutuhkan waktu yang lama untuk menjawab satu pertanyaan. 3. Jumlah pokok bahasansub pokok bahasan yang dapat diambil sebagai sumber pertanyaan sangat terbatas. 4. Membutuhkan waktu yang jauh lebil lama bagi guru untuk membaca dan menilai semua jawaban siswa. 5. Sering terbuka untuk halo effect yang berupa kecenderungan untuk memberi nilai tinggi bagi siswa yang dianggapdinilai mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan teman sekelasnya. Chabib Thoha 1991 55-57 juga mengemukakan beberapa kelebihan dan kelemahan tes uraian. Beberapa kelebihan tes uraian, antara lain adalah 1. Peserta didik dapat mengorganisasikan jawaban dengan fikiran sendiri. 2. Dapat menghindarkan sifat tekanan dalam menjawab soal. 3. Melatih peserta didik untuk memilih fakta yang relevan dengan persoalan, serta mengorganisasikannya sehingga dapat diungkapkan menjadi satu hasil pemikiran terintegrasi secara utuh. 4. Jawaban yang diberikan diungkapkan dalam kata-kata dan kalimat yang disusun sendiri, sehingga melatih untuk dapat menyusun kalimat dengan bahasa yang baik, benar dan cepat. 5. Soal bentuk uraian ini tepat untuk mengukur kemampuan analitik, sintetik dan evaluatif. Sedangkan kelemahan tes ini antara lain 1. Bahan yang diujikan relatif sedikit, sehingga agak sulit untuk mengukur penguasaan siswa terhadap keseluruhan kurikulum. 2. Soal jenis ini bila digunakan terus-menerus dapat berakibat peserta didik belajar dengan cara untung-untungan, hanya mempelajari soal-soal yang sering dikeluarkan, materi yang jarang keluar tidak pernah dibaca. 3. Penilaian yang dilakukan terhadap hasil jawaban tes ini cenderung subjektif, hal ini disebabkan a. Variasi jawaban terlalu banyak dan tingkat kebenarannya menjadi bertingkat-tingkat, sehingga dalam menetapkan kriteria benar dan salah menjadi agak kabur. b. Pemberian skor jawaban kadang-kadang tidak ajeg reliable, sebab ada fackor-faktor lain yang berpengaruh, seperti tulisan peserta didik, kelelahan penilai, situasi pada saat penilaian berlangsung, dan sebagainya. 4. membutuhkan banyak waktu untuk memeriksa hasilnya; 5. sulit mendapatkan soal yang memiliki validitas dan reabilitas tinggi; 6. sulit mendapatkan soal yang memiliki standar nasional maupun regional. Jill L. Caviglia 2007 39 dalam penelitiannya menyatakan â Most students do not have a comprehensive understanding of the processes and criteria used to evaluate their work, in particular for the evaluation of essay questions and other writing assignments. This generally results from an expected lack of experience grading as well as a limited knowledge of the subject matterâ. Kebanyakan siswa tidak memiliki pemahaman yang komprehensif tentang proses dan kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi pekerjaan mereka, khususnya untuk penilaian dengan pertanyaan essay dan tugas menulis lainnya. Hasil umum ini didapat dari kurangnya pengalaman mengerjakan serta terbatasnya pengetahuan tentang isi pelajaran. Hal yang perlu dicermati ialah kelemahan tes uraian yang terletak pada variasi jawaban yang tak terbatas sehingga menyulitkan penskoran, apalagi membandingkan antara peserta didik yang satu dengan yang lainnya, untuk itu pemeriksaan hasil dapat ditempuh langkah peningkatan objektifitas dengan jalan 1. Menyusun pola jawaban yang diambil dari sampel jawaban peserta didik. 2. Pemeriksaan jawaban tidak dilakukan dengan jalan membaca tiap halaman satu peserta didik sampai selesai melainkan diperiksa berdasarkan nomor. 3. Setiap lembar jawaban dikoreksi lebih dari satu kali. 4. Nilai peserta didik tidak langsung dijumlahkan secara global tetapi dirinci dari tiap-tiap aspek penilaian misalnya; a. konsistensi pemikiran, b. kemampuan membahasakan gagasan, c. isibobot materi, d. kepustakaan yang dijadikan referensi, e. nilai-nilai baru yang dimunculkan. Sehingga penilaian tidak didasarkan penjumlahan antar nomor soal. Chabib Thoha, 1991 58-59. c. Kaidah Penulisan Soal Tes Uraian
jumlahbutir soal tes uraian terbatas sehingga sulit bagi pembuat . 9 Sep 2019 KELEMAHAN DAN KELEBIHAN MASING MASING TEST OBYEKTIF v Sejumlah soal relative sanggup dijawab dalam tipe test seCaranya bersiklus . 21 Mar 2019 Tes uraian terbatas sempurna dipakai untuk mengukur kemampuan siswa dalam
Ilustrasi tes Ini adalah tulisan ke-3 saya mengenai evaluasi pembelajaran. Sebelum kita ke pembahasan mengenai keunggulan dan kelemahan tes objektif dan tes uraian, Mari kita bahas mengenai perbandingan antara tes objektif dan tes uraian berikut ini. Proses berpikir yang ingin diukur oleh tes objektif adalah semua jenjang proses berpikir Tetapi lebih tepat digunakan untuk mengukur proses berpikir Ingatan, pemahaman, dan penerapan. Sedangkan proses berpikir yang ingin diukur oleh tes uraian adalah untuk mengukur proses berpikir analisis, sintesis, dan evaluasi. Cakupan materi yang ditanyakan pada tes objektif dapat menanyakan banyak materi dalam satu waktu ujian sampel materi lebih banyak. Sedangkan cakupan materi yang ditanyakan pada tes uraian hanya dapat menanyakan sedikit materi sampel materi lebih sedikit. Waktu penyusunan tes objektif memerlukan waktu cukup lama. Sedangkan waktu penyusunan tes uraian relatif singkat. Penyusunan Pertanyaan pada tes objektif relatif sukar. Sedangkan penyusunan Pertanyaan pada tes uraian relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan tes objektif. Pengolahan hasil tes objektif dapat diolah dengan cepat. Sedangkan pengolahan hasil tes uraian adanya unsur subjektivitas dalam pemeriksaan. Sekarang mari kita bahas mengenai keunggulan tes objektif. Tes objektif tepat digunakan untuk mengukur proses berpikir rendah sampai dengan sedang. Bukannya tes objektif tidak dapat digunakan untuk mengukur proses berpikir tingkat tinggi seperti analisis, evaluasi, dan kreasi tetapi untuk menulis future soal yang seperti itu memerlukan keterampilan tersendiri. Dengan menggunakan tes objektif mata semua atau sebagian besar materi yang telah diajarkan dapat ditanyakan saat ujian. Dengan dengan menggunakan tes objektif maka pemberian skor pada setiap siswa dapat dilakukan dengan cepat tepat dan konsisten karena jawaban yang benar untuk setiap butir soal sudah jelas dan pasti. Kita juga dapat menggunakan fasilitas komputer untuk memproses hasil ujian sehingga kecepatan, ketepatan, dan kekonsistenan nya dapat lebih terjamin. Dengan tes objektif khususnya pilihan ganda, akan memungkinkan untuk dilakukan analisis butir soal. Dari hasil analisis butir soal maka akan dapat diperoleh informasi tentang karakteristik setiap butir soal seperti tingkat kesukaran, daya beda, efektivitas pengecoh, serta reliabilitasnya. Tingkat kesukaran butir soal dapat dikendalikan. Dengan menggunakan tes objektif khususnya pilihan ganda maka kita dapat mengendalikan tingkat kesukaran butir soal hanya dengan mengubah homogenitas alternatif jawaban. Informasi yang diperoleh dari tes objektif lebih kaya. Jika tes objektif di konstruksi dengan baik maka kita akan memperoleh informasi yang banyak dari Respon yang diberikan oleh siswa. Setiap respon siswa terhadap setiap alternatif jawaban akan memberikan informasi kepada kita tentang penguasaan kognitif siswa terhadap materi yang diujikan. Dengan demikian kita dapat mengetahui kemampuan dan kelemahan siswa. Kelemahan tes objektif Disamping mempunyai keunggulan, tes objektif juga mempunyai beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan antara lain Kebanyakan tes objektif hanya bisa mengukur proses berpikir rendah. Walaupun tujuan pembelajaran yang akan diukur sebenarnya lebih tinggi dari sekedar ingatan atau pemahaman. Hal ini semata-mata bukan karena tes objektif tidak dapat digunakan untuk mengukur proses berpikir yang lebih tinggi dari sekedar ingatan atau pemahaman Tetapi lebih disebabkan oleh penulis soal yang belum dapat menulis tes objektif yang mengukur proses berpikir tinggi. Membuat pertanyaan tes objektif yang baik lebih sukar daripada membuat pertanyaan tes uraian. Kesulitan dalam membuat tes objektif biasanya muncul di saat menulis soal harus membuat alternatif jawaban yang memenuhi syarat sebagai tes objektif yang baik, misalnya semua alternatif jawaban harus homogen dan pengecoh menarik untuk dipilih. Oleh karena itu membuat tes obyektif yang baik memerlukan waktu yang lama. Kemampuan anak dapat terganggu oleh kemampuannya dalam membaca dan menerka. Jika tes objektif dibuat dengan kurang baik Misalnya susunan Bahasanya kurang mudah dimengerti oleh anak, maka maksud butir soal tersebut akan sulit dipahami oleh siswa. Jika hal ini terjadi maka kesalahan siswa dalam menjawab butir soal dapat terjadi bukan karena siswa tidak memahami materi yang ditanyakan tetapi karena siswa mengalami kesukaran dalam memahami kalimat dalam butir soal. Disamping itu kemampuan siswa juga dapat dipengaruhi karena adanya unsur tebakan. Hal ini akan terjadi apabila siswa merasa ragu atau kehabisan waktu untuk mengerjakan soal. Siswa tidak dapat mengorganisasikan idenya sendiri karena semua alternatif jawaban untuk setiap pertanyaan sudah diberikan oleh penulis soal. Dalam hal ini siswa hanya dapat mengingat hidup orang lain yaitu itu penulis soal. Menyadari akan adanya kelemahan yang ada pada tes objektif Maka sebagai seorang guru kita harus berupaya untuk meminimalkan kelemahan tersebut. Berbagai upaya yang dapat ditempuh untuk meminimalkan kelemahan tes objektif antara lain sebagai berikut. Upaya untuk mengatasi agar butir soal yang ditulis tidak cenderung mengukur proses berpikir rendah caranya adalah membuat soal harus selalu berorientasi pada kisi-kisi soal. Tulislah butir soal sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan diukur. Upaya untuk mengatasi lamanya waktu penulisan butir soal adalah dengan cara menguasai materi yang baik dan latihan membuat soal yang terus-menerus maka Masalah ini tidak akan menjadi hambatan lagi. Semua butir soal yang telah ditulis dan diujikan sebaiknya tidak dibuang tetapi terus dikumpulkan dalam suatu kumpulan butir soal. Upaya untuk mengatasi agar kemampuan siswa tidak terganggu oleh kemampuan membaca dan menerka, caranya adalah dengan menulis butir soal yang baik sesuai dengan kaidah penulisan butir soal objektif yang telah ditentukan. Sedangkan untuk mengatasi masalah tebakan dapat diatasi dengan memperbanyak jumlah alternatif jawaban menjadi 4 atau 5. Dengan bertambahnya jumlah alternatif jawaban maka kemungkinan menebak akan semakin kecil. Dengan tes objektif siswa tidak dapat mengemukakan ide yang sendiri tetapi harus mengikuti ide orang lain dalam hal ini ide penulisan. Caranya adalah dengan menggunakan tes uraian dan objektif secara bergantian selama proses penilaian hasil belajar. Keunggulan tes uraian Tepat digunakan untuk mengukur proses berpikir tinggi. Ini artinya kalau tujuan pembelajaran adalah mengajarkan proses berpikir tinggi maka untuk mengukurnya akan lebih tepat jika menggunakan tes uraian. Tentu saja dengan tambahan pertimbangan bahwa jumlah siswa kita tidak terlalu banyak. Jika jumlah siswa kita terlalu banyak maka kita akan menghadapi kesulitan pada saat memeriksa hasil ujian. Tepat digunakan untuk mengukur hasil belajar yang kompleks yang tidak dapat diukur dengan tes objektif. Dapatkah keterampilan menulis, kemampuan dalam menghasilkan, mengorganisasi dan mengekspresikan ide atau gagasan, serta kemampuan dalam membuat rancangan penelitian diukur dengan tes objektif? Inilah Salah satu keunggulan tes uraian yang tidak dimiliki oleh tes objektif. Jika kita mempunyai tujuan pembelajaran yang seperti ini maka kita tidak dapat mengukurnya dengan menggunakan tes objektif tetapi kita harus mengukurnya dengan menggunakan tes uraian walaupun jumlah siswanya banyak. Waktu yang digunakan untuk menulis satu set tes uraian untuk satu waktu ujian lebih cepat daripada waktu yang digunakan untuk menulis satu set tes objektif. Sumber gambar
Kelebihandan Kekurangan Tes Jawaban Singkat Kelebihan tes jawaban singkat: 1) Mudah dalam penyusunannya, terutama untuk mengukur ingatan atau pengetahuan. 2) Sedikit kesempatan untuk menduga-duga jawaban. 3) Cocok untuk siswa kelas tingkat rendah. Kelemahan tes jawaban singkat: 1) Sukar untuk mengukur proses mental yang tinggi.
Dalam kegiatan belajar tentunya seorang guru pasti aka melakukan sebuah penilaian. Salah satu penilaian yang banyak dilakukan tentu adalah tes objektif atau pilihan ganda. Ada beberapa analisis terhadap bentuk tes objektif dalam pendidikan. Dalam ujian semisal Ujian Nasional dan UTBK pun masih menggunakan model objektif. Mengapa demikian?. Alasan utama sih pastinya praktis dalam hal koreksi. Tapi ada hal lain tentang kelebihan dan kekurangan tes objektif ini. Analisis secara teoritis adalah telaah soal yang difokuskan pada aspek materi, konstruksi, dan bahasa. Penelaahan kualitas soal bentuk obyektif pada aspek materi dimaksudkan untuk mengetahui apakah materi yang diujikan sudah sesuai dengan kompetensi atau hasil belajar yang ditetapkan, dan apakah materi soal sudah sesuai dengan tingkat atau jenjang kemampuan berpikir peserta tes, serta apakah kunci jawaban sudah sesuai dengan isi pokok soal. Telaah kualitas soal pada aspek konstruksi dimaksudkan untuk mengetahui teknik penulisan butir- butir soal sudah merujuk pada kaidah-kaidah penulisan soal yang baik. Pada aspek bahasa, telaah soal dimaksudkan untuk mengetahui apakah bahasa yang digunakan cukup jelas dan mudah dimengerti, tidak menimbulkan multi interpretasi, serta sesuai dengan kaidah penggunaan bahasa yang berlaku. Kelebihan dan kekurangan tes objektif Secara teoritis, kualitas soal tes bentuk objektif dapat ditelaah dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut 1. Butir harus sesuai dengan indicator yang ditetapkan 2. Hanya ada satu jawaban yang benar 3. Pengecoh homogin, dan berfungsi Kelebihan tes bentuk obyektif⢠Lingkup materi yang diujikan luas sehingga dapat mewakili materi yang sudah diajarkan representatif⢠Tingkat validitas isi relatif tinggi⢠Proses koreksi dan penyekoran mudah dan obyektif⢠Tidak memungkinkan peserta tes untuk mengemukakan hal-hal yang tidak berkaitan dengan pertanyaan⢠Informasi hasil tes dapat lebih cepat⢠Tingkat reliabilitas tinggi⢠Memungkinkan penyelenggaraan tes bersama pada wilayah yang luas Kelemahan tes obyektif⢠Tidak mengembangkan daya nalar peserta tes⢠Peserta tes cenderung menjawab dengan jalan menerka⢠Memungkinkan terjadinya kecurangan, saling menyontek⢠Mengembangkan dan menyusun soal relatif sulit dan waktu lama⢠Membutuhkan waktu untuk membaca soal dan jawabannya sehinnga mengurangi waktu ujian Salah satu bentuk tes obyektif yaitu tes pilihan ganda. Tes pilihan ganda adalah bentuk tes yang jawabannya harus dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan. Pembuatan soal seperti ini lebih efisien dalam hal koreksi karena cepat.
Tesobjektif pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan mengingat dan memahami dengan cakupan materi yang luas. Tes objektif memiliki kelemahan-kelemahan antara lain: (1) tes objektif pada umumnya kurang dapat mengukur atau mengungkapkan proses berpikir yang tinggi. Lebih banyak mengungkap daya ingat atau hafalan dibandingkan
0% found this document useful 0 votes3K views11 pagesOriginal TitleKEUNGGULAN DAN KELEMAHAN TES OBJEKTIF DAN TES URAIAN_KELOMPOK 4CopyrightŠ Š All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes3K views11 pagesKeunggulan Dan Kelemahan Tes Objektif Dan Tes Uraian - Kelompok 4Original TitleKEUNGGULAN DAN KELEMAHAN TES OBJEKTIF DAN TES URAIAN_KELOMPOK 4Jump to Page You are on page 1of 11 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 10 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Karakteristikutama evaluasi kuantitatif adalah menyediakan ukuran yang objektif. Artinya, jika orang lain melakukan proses pengukuran yang sama lagi, maka hasil yang diperoleh harus sama, berbeda dengan yang terjadi dalam evaluasi kualitatif. Untuk mencapai tujuan ini, dalam proses evaluasi kuantitatif alat numerik digunakan, yang mengamati
A. Pengertian Tes Objektif Tes objektif adalah tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif. Hal ini memang dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari tes bentuk esai. Dalam penggunaan tes objektif ini jumlah soal yang diajukan jauh lebih banyak daripada tes esai kadang-kadang untuk tes yang berlangsung selama 60 menit dapat diberikan 30-40 soal Arikunto, 2009164. Sementara itu menurut Hidayat, dkk. 199463 tes objektif adalah tes yang terdiri dari item-item stem yang dapat dijawab dengan jalan memilih salah satu alternatif option yang benar dan alternatif yang tersedia atau mengisi jawaban yang benar dengan beberapa kata atau sandi. Tes objektif sering juga disebut tes dikotomi dichotomously scored item karena jawabannya antara benar atau salah dan skornya antara 1 atau 0. Disebut tes objektif karena penilaiannya objektif. Siapa pun yang mengoreksi jawaban tes objektif hasilnya akan sama karena kunci jawabannya sudah jelas dan pasti. Tes objektif menuntut peserta didik untuk memilih jawaban yang benar di antara kemungkinan jawaban yang telah disediakan, memberikan jawaban singkat, dan melengkapi pertanyaan atau pernyataan yang belum sempurna. Tes objektif sangat cocok untuk menilai kemampuan yang menuntut proses mental yang tidak begitu tinggi, seperti mengingat, mengenal, pengertian, dan penerapan prinsip-prinsip Arifin, 2009135. B. Jenis-jenis Tes Objektif Selanjutnya Arikunto 2009165 mengemukakan beberapa jenis tes objektif. Jenis-jenis tes objektif adalah sebagai berikut 1. Tes Benar Salah True-False Soal-soalnya berupa pernyataan-pernyataan. Pernyataan tersebut ada yang benar ada yang salah. Orang yang ditanya bertugas untuk menandai masing-masing pernyataan tersebut dengan melingkari B untuk pernyataan yang betul menurutnya dan S untuk pernyataan yang salah. Salah satu fungsi bentuk soal benar-salah adalah untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam membedakan antara fakta dan pendapat. Agar soal dapat berfungsi dengan baik, maka materi yang ditanyakan hendaknya homogen dari segi isi. Bentuk soal seperti ini lebih banyak digunakan untuk mengukur kemampuan mengidentifikasi informasi berdasarkan hubungan yang sederhana Arifin, 2009137. Contoh B â S Novel Siti Nurbaya ditulis oleh Marah Rusli B â S Datuk Maringgih adalah salah satu tokoh dalam novel Siti Nurbaya Beberapa petunjuk praktis dalam menyusun soal benar-salah menurut Arifin 2009137 adalah sebagai berikut a. Dalam menyusun item bentuk benar-salah ini hendaknya jumlah item cukup banyak di atas 50 soal, sehingga dapat dipertanggungjawabkan. b. Jumlah item yang benar dan salah hendaknya sama. c. Berilah petunjuk cara mengerjakan soal yang jelas dan memakai kalimat yang sederhana. d. Hindarkan pernyataan yang terlalu umum, kompleks, dan negatif. e. Hindarkan penggunaan kata yang dapat memberi petunjuk tentang jawaban yang dikehendaki. Misalnya biasanya, umumnya, selalu. 2. Tes Pilihan Ganda Multiple Choice Test Tes pilihan ganda terdiri atas suatu keterangan atau pemberitahuan tentang suatu pengertian yang belum lengkap. Dan untuk melengkapinya harus memilih satu dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan. Tes ini terdiri dari keterangan stem dan bagian kemungkinan jawaban atau alternatif options. Kemungkinan jawaban terdiri atas satu jawaban yang benar yaitu kunci jawaban dan beberapa pengecoh distructor. Mengenai jumlah alternatif jawaban sebenarnya tidak ada aturan baku. Guru bisa membuat 3, 4, atau 5 alternatif jawaban. Semakin banyak semakin bagus. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi faktor menebak chance of guessing. Adapun kemampuan yang dapat diukur oleh bentuk soal pilihan ganda antara lain mengenal istilah, fakta, prinsip, metode, dan prosedur; mengidentifikasi penggunaan fakta dan prinsip; menafsirkan hubungan sebab-akibat dan menilai metode prosedur Arifin, 2009138-139. Berikut beberapa petunjuk praktis dalam menyusun soal bentuk pilihan-ganda menurut Arifin 2009143, yaitu a. Harus mengacu pada kompetensi dasar dan indikator soal. b. Berilah petunjuk mengerjakannya dengan jelas. c. Jangan memasukkan materi soal yang tidak relevan dengan apa yang sudah dipelajari peserta didik. d. Pernyataan pada soal seharusnya merumuskan persoalan yang jelas dan berarti. e. Pernyataan dan pilihan hendaknya merupakan kesatuan kalimat yang tidak terputus. f. Alternatif jawaban harus berfungsi, homogen dan logis. g. Panjang pilihan pada suatu soal hendaknya lebih pendek daripada itemnya. h. Usahakan agar pernyataan dan pilihan tidak mudah diasosiasikan. i. Alternatif jawaban yang betul hendaknya jangan sistematis. j. Harus diyakini benar bahwa hanya ada satu jawaban yang benar. 3. Menjodohkan Matching Test Matching test dapat diganti dengan istilah mempertandingkan, mencocokkan, memasangkan, atau menjodohkan. Matching test terdiri atas satu seri pertanyaan dan satu seri jawaban. Masing-masing pertanyaan mempunyai jawaban yang tercantum dalam seri jawaban. Tugas murid adalah mencari dan menempatkan jawaban-jawaban, sehingga sesuai atau cocok dengan pertanyaannya. Perbedaannya dengan bentuk pilihan-ganda adalah pilihan-ganda terdiri dari stem dan option, kemudian peserta didik tinggal memilih salah satu option yang dianggap paling tepat, sedangkan bentuk menjodohkan terdiri atas kumpulan soal dan kumpulan jawaban yang keduanya dikumpulkan pada dua kolom yang berbeda. Jumlah pilihan jawaban dibuat lebih banyak daripada jumlah persoalan. Bentuk soal ini sangat baik untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi informasi berdasarkan hubungan yang sederhana dan kemampuan mengidentifikasi kemampuan menghubungkan antara dua hal. Makin banyak hubungan antara premis dengan respons dibuat, maka makin baik soal yang disajikan Arifin, 2009144. Untuk menyusun soal bentuk ini, Arifin 2009145 memberikan beberapa kriteria, yaitu a. Buatlah petunjuk tes dengan jelas, singkat, dan mudah dipahami. b. Sesuaikan dengan kompetensi dasar dan indikator. c. Kumpulan soal diletakkan di sebelah kiri, sedangkan jawabannya di sebelah kanan. d. Jumlah alternatif jawaban hendaknya lebih banyak daripada jumlah soal. e. Susunlah item-item dan alternatif jawaban dengan sistematika tertentu. Misalnya, sebelum pokok persoalan, didahului dengan stem, atau bisa juga langsung pada pokok persoalan. f. Seluruh kelompok soal dan jawaban hanya terdapat dalam satu halaman. g. Gunakanlah kalimat yang singkat dan langsung terarah pada pokok persoalan. 4. Tes Isian Completion Test Completion test biasa disebut dengan istilah tes isian, tes menyempurnakan, atau tes melengkapi. Completion test terdiri atas kalimat-kalimat yang ada bagian-bagiannya yang dihilangkan. Bagian yang dihilangkan atau yang harus diisi oleh murid ini merupakan pengertian yang kita minta dari murid. Untuk menyusun soal bentuk ini, Arifin 2009146 memberikan beberapa kriteria, yaitu a. Hendaknya tidak menggunakan soal yang terbuka, sehingga ada kemungkinan peserta didik menjawab secara terurai. b. Untuk soal tes bentuk melengkapi hendaknya tidak mengambil pernyataan langsung dari buku textbook. c. Titik-titik kosong sebagai tempat jawaban hendaknya diletakkan pada akhir atau dekat akhir kalimat daripada pada awal kalimat. d. Jangan menyediakan titik-titik kosong terlalu banyak. Pilihlah untuk masalah yang urgen saja. e. Pernyataan hendaknya hanya mengandung satu alternatif jawaban, dan f. Jika perlu dapat digunakan gambar-gambar sehingga dapat dipersingkat dan jelas. C. Kelemahan dan Kelebihan Tes Objektif Berikut adalah kelebihan dan kelemahan tes objektif menurut Arikunto 2009164-165. No. Kelebihan Kelemahan 1 Mengandung banyak segi positif, lebih representatif, dan objektif. Membutuhkan persiapan penyusunan soal yang sulit. 2 Pemeriksaan lebih mudah dan cepat. Soalnya cenderung mengungkapkan ingatan dan sukar mengukur proses mental. 3 Pemeriksaan dapat diserahkan pada orang lain. Banyak kesempatan untuk main untung-untungan. 4 Tidak memiliki unsur subjektifitas dalam proses pemeriksaan. âKerja samaâ antarsiswa dalam mengerjakan tes lebih terbuka. Lebih lanjut Arikunto 2009177 mengemukakan beberapa kondisi kapan dan bagaimana tes objektif ini digunakan 1 Kelompok yang akan dites banyak dan tesnya akan digunakan berkali-kali. 2 Skor yang diperoleh diperkirakan akan dapat dipercaya mempunyai reliabilitas yang tinggi. 3 Guru lebih mampu menyusun tes bentuk objektif daripada tes bentuk esai. 4 Hanya mempunyai waktu sedikit untuk koreksi dibandingkan waktu yang digunakan untuk menyusun tes. Daftar Pustaka Arifin, Zainal. 2009. Evaluasi Pembelajaran Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung PT. Remaja Rosdakarya. Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta Bumi Aksara. Hidayat, Kosadi, dkk. 1994. Evaluasi Pendidikan dan Penerapannya dalam Pengajaran Bahasa Indonesia. Bandung Alfabeta.
. 50ikxwl37t.pages.dev/29150ikxwl37t.pages.dev/24250ikxwl37t.pages.dev/12550ikxwl37t.pages.dev/24650ikxwl37t.pages.dev/45850ikxwl37t.pages.dev/30750ikxwl37t.pages.dev/5850ikxwl37t.pages.dev/315
kelebihan dan kekurangan tes objektif