Permasalahan ini dapat disiasati dengan salat jamak antara salat maghrib dan isya. Secara istilah, salat jamak bermakna mengumpulkan dua salat fardhu dalam satu waktu sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Mengakhiri atau menunda salat maghrib ke dalam waktu isya ini disebut dengan salat jamak takhir. Dalam satu hari, ada 5 macam sholat fardhu dengan total 17 rakaat yang dikerjakan, seperti sholat subuh, dzuhur, ashar, maghrib dan isya. Dengan rincian sholat subuh dikerjakan 2 rakaat, sholat maghrib 3 rakaat dan sholat dzuhur, ashar serta isya sebanyak 4 rakaat. Di sisi lain, ada banyak sekali sholat sunnah mulai dari sholat sunnah kejawen Di dalam Islam, Rasul mengajarkan sunnah segera tidur setelah Isya’. Tidak dipungkiri, tidur merupakan salah satu nikmat Allah yang sangat besar kepada umat manusia. Dengan tidur, manusia bisa melepaskan rasa lelah yang diderita, mengembalikan kekuatan tubuh dan kebugarannya, mengembalikan kemampuan konsentrasinya dan juga semangatnya dalam
A A A. Sholat Isya adalah salah satu sholat dari lima waktu yang diwajibkan bagi umat Islam. Sholat ini terdiri dari 4 rakaat yang waktu pengerjannya setelah awan merah di ufuk barat menghilang sampai menjelang terbitnya matahari. Keutamaan sholat Isya berjamaah diterangkan dalam hadis berikut. Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu 'anhu

كَمَا سَبَقَ. Pada bab ini terdapat hadits dari Ibnu ‘Umar sebelumnya yang menyebutkan, “Aku shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dua rakaat badiyah Isya.”. Juga hadits ‘Abdullah bin Mughaffal, “ Antara dua azan terdapat shalat sunnah .”. ( Muttafaqun ‘alaih) sebagaimana disebutkan sebelumnya.

“Sesungguhnya ayahnya (Urwah), Sa’id bin Al Musayyib, dan Abu Bakar bin Abdur Rahman bin Al Harits bin Hisyam bin Al Mughiroh Al Makhzumi biasa menjama’ shalat Maghrib dan Isya’ pada malam yang hujan apabila imam menjama’nya. Dan mereka tidak mengingkari hal tersebut.” (HR. Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro 3: 169). Syaikh Al Albani Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ Barangsiapa shalat dalam sehari semalam dua belas raka’at maka akan dibangunkan untuknya rumah di Surga, yaitu: empat raka’at sebelum zuhur dan dua raka’at sesudahnya, dua raka’at sesudah maghr.ib, dua raka’at sesudah ‘isya, dan dua raka’at sebelum shubuh Dua belas rakaat tersebut adalah empat rakaat sebelum Dzuhur, dua rakaat sesudah Dzuhur, dua rakaat sesudah Maghrib, dua rakaat sesudah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh." (HR Tirmidzi) Berdasarkan hukum pelaksanaannya, sholat sunnah yang mengiringi sholat wajib dibedakan menjadi dua, yakni sunnah muakkad dan ghairu muakkad. 2) Ketika datang waktu sholat kedua, yaitu shalat sya, kerjakan shalat mana saja yang ingin didahulukan (maghrib atau isya). Misalnya, yang didahulukan maghrib. 3) Setelah selesai shalat yang paling pertama selesai (‘maghrib), lanjutkan dengan shalat isya tanpa diselingi oleh kegiatan lain. .
  • 50ikxwl37t.pages.dev/455
  • 50ikxwl37t.pages.dev/239
  • 50ikxwl37t.pages.dev/50
  • 50ikxwl37t.pages.dev/91
  • 50ikxwl37t.pages.dev/428
  • 50ikxwl37t.pages.dev/184
  • 50ikxwl37t.pages.dev/364
  • 50ikxwl37t.pages.dev/263
  • amalan antara maghrib dan isya