كَمَا سَبَقَ. Pada bab ini terdapat hadits dari Ibnu ‘Umar sebelumnya yang menyebutkan, “Aku shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dua rakaat badiyah Isya.”. Juga hadits ‘Abdullah bin Mughaffal, “ Antara dua azan terdapat shalat sunnah .”. ( Muttafaqun ‘alaih) sebagaimana disebutkan sebelumnya.
“Sesungguhnya ayahnya (Urwah), Sa’id bin Al Musayyib, dan Abu Bakar bin Abdur Rahman bin Al Harits bin Hisyam bin Al Mughiroh Al Makhzumi biasa menjama’ shalat Maghrib dan Isya’ pada malam yang hujan apabila imam menjama’nya. Dan mereka tidak mengingkari hal tersebut.” (HR. Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro 3: 169). Syaikh Al Albani Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ Barangsiapa shalat dalam sehari semalam dua belas raka’at maka akan dibangunkan untuknya rumah di Surga, yaitu: empat raka’at sebelum zuhur dan dua raka’at sesudahnya, dua raka’at sesudah maghr.ib, dua raka’at sesudah ‘isya, dan dua raka’at sebelum shubuh Dua belas rakaat tersebut adalah empat rakaat sebelum Dzuhur, dua rakaat sesudah Dzuhur, dua rakaat sesudah Maghrib, dua rakaat sesudah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh." (HR Tirmidzi) Berdasarkan hukum pelaksanaannya, sholat sunnah yang mengiringi sholat wajib dibedakan menjadi dua, yakni sunnah muakkad dan ghairu muakkad. 2) Ketika datang waktu sholat kedua, yaitu shalat sya, kerjakan shalat mana saja yang ingin didahulukan (maghrib atau isya). Misalnya, yang didahulukan maghrib. 3) Setelah selesai shalat yang paling pertama selesai (‘maghrib), lanjutkan dengan shalat isya tanpa diselingi oleh kegiatan lain. .