Gasing ( Jawi: ݢاسيڠ ) merupakan sejenis permainan yang boleh berputar pada paksinya, sambil mengimbang pada satu titik. [1] Gasing merupakan permainan tradisional orang-orang Melayu sejak dahulu lagi. Biasanya dimainkan selepas musim menuai.
1. Bebentengan. Tgrcampaign.com. Bebentengan merupakan permainan dari Jawa Barat, permainan ini juga memiliki sebutan lain dari luar Jawa Barat, seperti benteng-bentengan, jek-jekan, pris-prisan, pal-palan, dan omer. Jika diperhatikan, bebentengan ini diambil dari kata benteng atau pertahanan. Walaupun lebih sering dimainkan oleh anak laki-laki Ada banyak contoh permainan tradisional dari berbagai daerah Indonesia yang dimainkan oleh anak-anak secara turun-temurun. Menurut Tuti Andriani dalam jurnal Permaianan Tradisional dalam membentuk Karakter Anak Usia Dini (2012), permainan tradisional merupakan salah satu aset budaya yang mempunyai ciri khas kebudayaan suatu bangsa yang turut permainan ini disebut dentuman lamban, sedangkan di Sulawesi memiliki beberapa sebutan yaitu: Mokaotan, Maggaleceng, Aggalacang dan Nogarata. Pada negara Jiran (Malaysia) permainan ini sangat terkenal dengan sebutan nama congklak, sedangkan arti dalam bahasa Inggris permainan ini disebut Mancala. Hompimpa atau hompimpah adalah sebuah cara untuk menentukan siapa yang menang dan kalah dengan menggunakan telapak tangan yang dilakukan oleh minimal tiga peserta. Biasanya hompimpa digunakan oleh anak-anak untuk menentukan giliran dalam sebuah permainan. Sewaktu bermain petak umpet misalnya, anak yang kalah hompimpa mendapat giliran sebagai Manfaat Permainan Bentengan. Dalam suatu permainan tradisional, selain menyenangkan tentunya terdapat pelajaran dan pesan moral yang dapat diambil. Ternyata permainan benteng ini memiliki banyak manfaat yang tidak semua anak-anak menyadarinya. Dikutip dari laman Kemendikbud.go.id berikut ini manfaat-manfaat dari permainan bentengan : 1. bisa memenangkan permainan. Dalam permainan juga harus dilakukan dengan sportif, mengakui jika kalah, dan menerima dengan lapang dada. Dapat dilihat bahwa permainan tradisional mengandung nilai moral yang di dalamnya tersimpan nilai-nilai karakter.Iswinarti (2010:6) mengemukakan bahwa hingga pada anak usia sekolah .